Oleh: Sagaf A. Hi. Taha, S.Ag., M.Pd.I.
Enam puluh tahun bukan sekadar angka yang menandai perjalanan waktu. Enam puluh tahun adalah enam dekade perjuangan, pengabdian, dan dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Maluku Utara.
Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Enam dekade perjalanan telah mengantarkan perguruan tinggi Islam ini menjadi salah satu institusi pendidikan yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Maluku Utara, khususnya di bumi Moloku Kieraha.
Di tengah perjalanan panjang tersebut, kami, para alumni, berdiri dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Kami bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar IAIN Ternate. Sebab, menjadi alumni bukan sekadar menyandang sebuah gelar atau mencantumkan nama almamater di belakang perjalanan pendidikan. Menjadi alumni berarti membawa nilai, pengalaman, persaudaraan, dan tanggung jawab moral yang telah ditanamkan selama berada di bangku perkuliahan.
Enam Dekade Perjalanan dan Pengabdian
Perjalanan IAIN Ternate bermula pada 3 November 1966 dengan berdirinya Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar Cabang Ternate. Dari perjalanan tersebut, lembaga ini kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ternate dan selanjutnya bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate seperti yang kita kenal saat ini.
Perjalanan panjang itu tentu tidak selalu mudah. IAIN Ternate tumbuh dari keterbatasan fasilitas, sumber daya, dan berbagai tantangan zaman. Namun, keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari situlah semangat untuk berbenah, berkembang, dan berinovasi terus tumbuh.
Enam puluh tahun kemudian, kita dapat menyaksikan bagaimana lembaga ini terus berkembang. Program pendidikan semakin beragam, kualitas akademik terus diperkuat, sumber daya manusia terus ditingkatkan, dan berbagai capaian kelembagaan berhasil ditorehkan.
Perkembangan tersebut bukanlah sesuatu yang lahir secara instan. Di balik setiap pencapaian terdapat kerja keras para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh sivitas akademika yang dari generasi ke generasi telah memberikan kontribusi terbaik bagi almamater.
Karena itu, setiap prestasi IAIN Ternate pada hakikatnya juga menjadi bagian dari kebanggaan kami sebagai alumni. Kami mungkin telah meninggalkan ruang-ruang kuliah, halaman kampus, dan berbagai aktivitas akademik, tetapi jejak pendidikan yang pernah kami tempuh di almamater ini akan selalu melekat dalam perjalanan hidup kami.
Bukan Sekadar Mencetak Sarjana
Namun, kebanggaan kami terhadap IAIN Ternate tidak semata-mata karena perkembangan institusi, jumlah program studi, prestasi akademik, ataupun capaian kelembagaan.
Ada sesuatu yang jauh lebih penting dan lebih bernilai: karakter dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa.
Di IAIN Ternate, kami tidak hanya belajar bagaimana menjadi manusia yang memiliki kecerdasan intelektual. Kami juga ditempa untuk menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, jujur, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghargai perbedaan.
Kami belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak akan memiliki makna yang sempurna apabila tidak dibarengi akhlak. Kecerdasan harus berjalan bersama integritas. Jabatan harus disertai tanggung jawab. Dan keberhasilan pribadi semestinya tidak membuat seseorang lupa terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika kami meninggalkan kampus dan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.
Di mana pun kami berada dan di bidang apa pun kami mengabdi—sebagai pendidik, aparatur pemerintahan, ulama, pemimpin, tenaga profesional, pengusaha, maupun sebagai bagian dari masyarakat—kami membawa identitas sebagai alumni.
Karena itu, menjaga nama baik almamater bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab.
Kami menyadari bahwa nama baik IAIN Ternate tidak hanya dibangun oleh prestasi institusinya, tetapi juga oleh perilaku para alumninya. Setiap langkah dan tindakan alumni di tengah masyarakat, secara tidak langsung, menjadi cermin dari nilai-nilai yang pernah diperoleh di almamater.
Maka, menjadi alumni IAIN Ternate berarti memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga etika, integritas, kesopanan, profesionalitas, dan semangat pengabdian.
Almamater yang Mengajarkan Persaudaraan
Bagi kami, IAIN Ternate juga bukan sekadar tempat untuk memperoleh pendidikan. Ia adalah ruang yang mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang.
Selama menempuh pendidikan, kami bertemu dengan saudara-saudara dari berbagai pulau, daerah, suku, dan latar belakang sosial. Perbedaan tersebut tidak menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekayaan yang mengajarkan kami tentang arti persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.
Kami belajar bersama, berdiskusi, berorganisasi, menghadapi berbagai tantangan, dan tumbuh bersama. Dari ruang-ruang itulah lahir persahabatan dan persaudaraan yang hingga kini tetap terjaga.
Jarak mungkin memisahkan kami setelah meninggalkan kampus. Ada yang kembali ke kampung halaman, ada yang mengabdi di pemerintahan, ada yang menjadi pendidik, ada yang berkarya di dunia profesional, dan ada pula yang memilih jalan pengabdian lainnya.
Namun, satu hal yang tetap menyatukan kami: IAIN Ternate adalah almamater kami.
Ikatan tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk mencetak orang-orang berilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, persaudaraan, dan jaringan pengabdian yang terus hidup sepanjang hayat.
60 Tahun Bukan Akhir, tetapi Awal Perjalanan Baru
Memasuki usia ke-60, IAIN Ternate patut bersyukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Enam dekade bukan waktu yang singkat. Banyak generasi telah lahir dari rahim akademik almamater ini. Banyak pula alumni yang telah mengambil peran di berbagai bidang kehidupan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan agama.
Namun, usia 60 tahun bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru, ini harus menjadi titik tolak untuk melangkah lebih jauh.
Tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan tentu semakin kompleks. Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, tuntutan dunia kerja, globalisasi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menuntut IAIN Ternate untuk semakin adaptif dan inovatif.
Almamater harus terus bergerak tanpa kehilangan jati dirinya. Modern dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi tetap kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Maju dalam teknologi, tetapi tetap menjunjung tinggi kemanusiaan. Kompetitif secara akademik, tetapi tidak meninggalkan tanggung jawab sosial.
Sebagai alumni, kami tentu memiliki harapan besar agar IAIN Ternate terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, memperluas jejaring kerja sama, serta melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Kami para alumni juga memiliki tanggung jawab untuk tidak sekadar mengenang masa lalu. Alumni harus hadir sebagai bagian dari masa depan almamater. Kontribusi alumni, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membesarkan institusi yang telah membentuk kita.
Kami percaya, dengan kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh sivitas akademika serta dukungan para alumni dan masyarakat, IAIN Ternate akan terus tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam yang semakin maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, keberkahan, dan petunjuk kepada seluruh keluarga besar IAIN Ternate dalam melanjutkan perjalanan pengabdian ini.
Selamat Milad ke-60 IAIN Ternate. Teruslah bersinar. Teruslah menginspirasi.
Teruslah mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, dan mampu memberikan perubahan bagi agama, bangsa, dan negara.
Ke mana pun kami melangkah, apa pun profesi yang kami jalani, dan di mana pun kami mengabdi, satu hal tidak akan pernah berubah:
Kami bangga menjadi alumni IAIN Ternate. Karena almamater bukan hanya tempat kami pernah belajar. Almamater adalah bagian dari perjalanan hidup yang telah membentuk siapa diri kami hari ini.
IAIN Ternate, engkau akan selalu menjadi almamater yang kami cintai. (*)


Komentar