Kredit Sudah Dipotong di Awal, Nasabah BRI Bobong Kembali Kehilangan Saldo

Pulau Taliabu561 Dilihat

TALIABU, NusaPena – Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, mempertanyakan adanya potongan dana tambahan setelah kredit mereka dicairkan.

Keluhan itu muncul karena saldo rekening nasabah kembali berkurang, meski sebelumnya sejumlah biaya yang berkaitan dengan pencairan kredit telah dipotong dari plafon pinjaman.

Para nasabah mengaku, pada tahap awal pencairan, mereka telah dikenakan berbagai potongan, mulai dari biaya administrasi, asuransi AMMKM, asuransi bisnis, hingga pemblokiran dana untuk satu kali angsuran.

Namun, setelah dana kredit masuk ke rekening, saldo kembali mengalami pemotongan melalui transaksi debit yang menurut nasabah tidak disertai penjelasan rinci dan mudah dipahami.

Kondisi tersebut membuat sejumlah nasabah mempertanyakan mekanisme auto-debet yang diterapkan BRI Unit Bobong.

Salah satu perwakilan nasabah yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, potongan tambahan tersebut menjadi persoalan karena nasabah tidak memperoleh rincian yang jelas mengenai dasar dan tujuan pemotongan.

“Semua kewajiban awal seperti biaya administrasi, premi asuransi AMMKM, asuransi bisnis, dan dana blokir satu kali angsuran sudah dipotong dari plafon pinjaman. Tetapi setelah uang masuk ke rekening, saldo kami masih kembali terpotong,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, nasabah tidak keberatan apabila terdapat kewajiban pembayaran yang memang tercantum dalam akad kredit. Namun, setiap potongan seharusnya disampaikan secara transparan sejak awal sehingga nasabah mengetahui secara pasti jumlah dana yang diterima dan kewajiban yang harus dibayarkan.

“Yang kami pertanyakan adalah potongan setelah pencairan. Kalau memang ada biaya atau kewajiban lain, harus dijelaskan. Jangan sampai nasabah hanya melihat saldo berkurang tanpa mengetahui penyebabnya,” katanya.

Para nasabah meminta pihak BRI Unit Bobong memberikan penjelasan secara terbuka terkait seluruh transaksi pemotongan tersebut.

Mereka berharap bank dapat menunjukkan rincian setiap potongan, termasuk nominal, waktu transaksi, tujuan pembayaran, serta dasar ketentuan yang digunakan.

Bagi nasabah, transparansi menjadi hal penting karena menyangkut dana kredit yang mereka gunakan untuk kebutuhan usaha maupun kebutuhan ekonomi keluarga.

Keluhan tersebut juga diharapkan menjadi perhatian pihak terkait, khususnya dalam memastikan penerapan prinsip transparansi dan perlindungan konsumen dalam layanan perbankan.

Hingga berita ini diterbitkan, para nasabah masih menunggu klarifikasi resmi dari manajemen BRI Unit Bobong maupun kantor cabang terkait mengenai potongan tambahan yang menyebabkan saldo rekening mereka kembali berkurang. (ysn)

Komentar