Dikbud Malut Wajibkan Pegawai Laki-laki Pakai Tuala Lipa Setiap Kamis

SOFIFI, NusaPena — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara mewajibkan seluruh pegawai laki-laki di lingkungan instansi tersebut mengenakan kain tradisional Tuala Lipa setiap hari Kamis saat melaksanakan tugas kedinasan.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dikbud Maluku Utara Nomor 100.3.4.1/1272/TAHUN 2026 yang ditandatangani Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah.

Edaran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, terlebih setelah Tuala Lipa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025 melalui Surat Keputusan Nomor 356/WB/KB.00.01/2025. Penetapan Tuala Lipa sebagai salah satu WBTb Maluku Utara juga telah diberitakan pada momentum pengumuman warisan budaya nasional.

Abubakar Abdullah dalam edaran tersebut menekankan pentingnya keterlibatan pegawai dalam memperkenalkan dan mempertahankan keberadaan budaya daerah melalui penggunaan Tuala Lipa dalam aktivitas kedinasan.

Menurutnya, penggunaan pakaian tradisional tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya, tetapi juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kesadaran pegawai terhadap identitas budaya Maluku Utara.

“Penggunaan Tuala Lipa menjadi wujud nyata partisipasi pegawai dalam mengenalkan, memperkuat, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal Maluku Utara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abubakar.

Ketentuan penggunaan Tuala Lipa mulai diberlakukan 1 September 2026, dengan pemakaian setiap hari Kamis bagi pegawai laki-laki saat menjalankan tugas kedinasan.

Dalam pelaksanaannya, Tuala Lipa harus dikenakan secara pantas dan rapi serta disesuaikan dengan ketentuan pakaian dinas yang berlaku.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi langkah Dikbud Malut untuk membawa unsur budaya lokal masuk ke dalam aktivitas birokrasi sehari-hari. Dengan penggunaan secara rutin, Tuala Lipa diharapkan tidak hanya tampil dalam kegiatan seremonial, tetapi semakin dikenal dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Maluku Utara. (srm)

Komentar