Tes Kemampuan Akademik di Depan Mata, Kadikbud Malut Minta Siswa Tak Sia-siakan Kesempatan

Pendidikan13 Dilihat

TERNATE, NusaPena – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMA dan SMK di Maluku Utara semakin dekat. Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar 58 hari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mematangkan diri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengingatkan siswa agar memanfaatkan waktu yang tersisa dengan belajar secara konsisten, memperkuat penguasaan materi, serta rutin mengerjakan latihan soal.

“Orang tua perlu mengontrol anak-anaknya belajar di rumah,” kata Abubakar, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, persiapan menghadapi TKA bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua di rumah juga penting untuk memastikan siswa memiliki waktu belajar yang cukup dan lingkungan yang mendukung.

TKA sendiri merupakan asesmen standar nasional untuk mengukur capaian akademik murid secara objektif dan adil.

Untuk jenjang SMA dan SMK, materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan.

Abubakar menjelaskan, TKA tidak sama dengan ujian yang menentukan kelulusan. Hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

Namun, hasil asesmen tersebut dapat menjadi dokumen pendukung bagi siswa dalam mengikuti jalur prestasi maupun seleksi pendidikan lanjutan, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Karena itu, ia meminta siswa memandang TKA sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Bersama, kita bisa. TKA bukan halangan, tapi tantangan,” tegas Abubakar.

Mantan Pj. Sekretaris Daerah Maluku Utara itu juga mengingatkan siswa agar tidak hanya berorientasi pada perolehan nilai. Yang tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan belajar yang teratur, disiplin mengatur waktu, serta menjaga kesiapan mental.

Di sisi lain, orang tua diharapkan ikut mengawal proses belajar anak di rumah. Pendampingan tersebut diperlukan agar waktu yang tersisa benar-benar dimanfaatkan untuk persiapan menghadapi TKA.

Abubakar berharap kolaborasi antara sekolah, siswa dan keluarga dapat membuat pelajar di Maluku Utara lebih siap menghadapi TKA dan mampu memperoleh hasil terbaik.

Dengan waktu yang semakin terbatas, ia mengajak siswa untuk mulai serius memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

“Jangan sia-siakan waktu yang tersisa. Persiapkan diri dengan belajar, berlatih, berikhtiar dan berdoa,” pungkasnya. (srm)

Komentar