Kemarau Diprediksi hingga Oktober, PDAM Halsel Imbau Warga Bijak Gunakan Air

LABUHA, NusaPena – Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diminta bijak dalam menggunakan air bersih menyusul musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halsel, Soleman Bobote. Ia mengatakan, sejumlah wilayah di Halsel mulai terdampak kekeringan akibat kemarau yang berkepanjangan.

Beberapa wilayah yang mengalami dampak kekeringan antara lain Kecamatan Obi, Obi Barat, Gane Barat, Kayoa, dan Kayoa Utara.

“Dampak kekeringan saat ini terjadi di Kecamatan Obi, yakni Desa Jikotamo, Sambiki, dan Anggai. Sedangkan di Obi Barat ada Desa Madopol dan Madopolo Barat. Begitu juga di Gane Barat, tepatnya Desa Dolik,” kata Soleman kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kondisi kekeringan juga mulai dirasakan masyarakat di Kecamatan Kayoa dan Kayoa Utara. Karena itu, ia meminta seluruh pelanggan PDAM, khususnya yang berada di luar kota, lebih berhati-hati dalam menggunakan persediaan air.

“Kecamatan Kayoa Utara paling terasa dampak kekeringannya. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh pelanggan, baik di dalam kota maupun di luar kota, agar betul-betul bijak dalam menggunakan air,” ujarnya.

Soleman menjelaskan, musim kemarau menyebabkan debit air mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air tidak lagi normal seperti sebelum musim kemarau.

Ia menyebut, sebelum kemarau penggunaan air oleh seluruh pelanggan mencapai sekitar 12.500 meter kubik per hari atau sekitar 375.000 meter kubik per bulan.

“Namun, dengan adanya kemarau ini, debit air mengalami penurunan sehingga kondisi pelayanan dan ketersediaan air harus kita kelola dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah Labuha hingga Panambuang serta Kecamatan Bacan Timur masih tergolong aman untuk kebutuhan air dalam satu bulan ke depan. PDAM juga telah menyiapkan stok air untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober.

Meski demikian, seluruh unit pelayanan PDAM tetap dalam kondisi siaga untuk memantau perkembangan debit dan ketersediaan air di masing-masing wilayah.

“Pelanggan air kami totalnya sekitar 18 ribu. Sebanyak 10 ribu pelanggan berada di dalam kota dan 8 ribu lainnya di luar kota. Potensinya, 8 ribu pelanggan di luar kota akan terdampak persoalan air bersih,” ungkap Soleman.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan air sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pemborosan selama musim kemarau.

“Sekali lagi saya sampaikan kepada seluruh pelanggan, khususnya yang berada di luar kota, agar bisa memaksimalkan penggunaan air secukupnya,” tandasnya. (len)

Komentar