TALIABU, NusaPena — Dugaan keributan di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Fangahu, Kabupaten Pulau Taliabu, berujung laporan polisi setelah seorang perempuan berinisial S mengaku menjadi korban pemukulan.
Peristiwa tersebut turut menyeret nama dua oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial R dan K yang disebut berada di lokasi bersama rekannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua oknum Kepsek tersebut datang ke THM bersama sejumlah rekannya. Saat berada di tempat hiburan itu, terjadi perselisihan antara salah satu rekan mereka dengan S.
Perselisihan yang awalnya disebut hanya berupa adu mulut kemudian memanas. Rekan kedua oknum Kepsek tersebut diduga melayangkan pukulan ke arah wajah S.
“Awalnya hanya adu mulut biasa, kemudian tiba-tiba rekan dari oknum Kepsek itu melayangkan pukulan ke arah wajah,” ujar S.
Akibat kejadian tersebut, S mengaku mengalami luka dan memar pada bagian wajah.
Tak terima dengan dugaan tindakan kekerasan itu, S kemudian mendatangi SPKT Polres Pulau Taliabu untuk membuat laporan.
Laporan tersebut kini menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk mengusut secara terang rangkaian kejadian di lokasi, termasuk siapa yang terlibat, apa pemicu keributan, serta siapa yang diduga melakukan pemukulan terhadap korban.
Keterlibatan nama oknum Kepsek dalam peristiwa tersebut menimbulkan sorotan tersendiri. Sebab, kepala sekolah bukan hanya memegang jabatan struktural di lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi figur yang memiliki tanggung jawab moral dan profesional sebagai pendidik.
Jika R dan K berstatus ASN, persoalan tersebut juga dapat menjadi perhatian instansi apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perilaku yang berkaitan dengan pelanggaran kewajiban atau disiplin ASN.
Yang menjadi persoalan utama saat ini adalah dugaan kekerasan terhadap seorang perempuan yang telah dilaporkan ke kepolisian.
Polres Pulau Taliabu diharapkan tidak hanya memeriksa korban, tetapi juga meminta keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi serta pihak-pihak yang disebut terlibat dalam keributan tersebut.
Jika benar terjadi pemukulan, publik tentu menunggu kejelasan proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan kekerasan.
Di sisi lain, apabila terdapat keterlibatan atau tindakan dari oknum yang berstatus sebagai tenaga pendidik, masyarakat juga patut mengetahui bagaimana sikap dan langkah pembinaan dari instansi yang menaunginya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu, Damaruddin, yang dikonfirmasi terkait tindaklanjut masalah tersebut ia hanya menyatakan tak ada pemukulan. Damaruddin justru menanyakan kembali siapa korban dan orang mana korbannya.
“Tidak ada (pemukulan). Siapa korbannnya? Orang mana?,” katanya singkat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres Pulau Taliabu mengenai perkembangan laporan tersebut. (red)


Komentar