TALIABU, NusaPena – Kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Pulau Taliabu menyeret nama seorang oknum kepala sekolah (Kepsek). Ia dilaporkan ke polisi setelah diduga terlibat dalam insiden pemukulan terhadap seorang perempuan berinisial S di salah satu tempat hiburan malam di Taliabu.
Peristiwa tersebut disebut terjadi ketika oknum kepsek bersama sejumlah rekannya berada di sebuah room tempat hiburan malam. Mereka diduga telah mengonsumsi minuman keras.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, suasana di lokasi awalnya berlangsung seperti biasa. Namun, situasi kemudian memanas setelah terjadi kesalahpahaman antara salah satu pihak yang berada dalam rombongan oknum kepsek dengan S.
Perselisihan tersebut kemudian disebut berujung pada tindakan kekerasan fisik. S diduga menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.
Belum diketahui secara pasti motif maupun kronologi lengkap yang melatarbelakangi keributan tersebut. Begitu pula dengan peran masing-masing pihak dalam insiden yang terjadi di tempat hiburan malam itu masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pulau Taliabu pada 8 September 2026.
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, laporan korban belum mendapatkan tindak lanjut yang jelas hingga kini.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian, karena selain menyangkut dugaan kekerasan terhadap perempuan, insiden itu juga menyeret nama seorang kepala sekolah yang merupakan pejabat di lingkungan pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, Damaruddin, dikonfirmasi terkait dugaan kasus tersebut. Namun, ia enggan memberikan penjelasan secara rinci mengenai persoalan yang menyeret nama oknum kepsek tersebut.
Damaruddin hanya menyampaikan bahwa apabila korban ingin melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, hal itu dipersilakan.
“Kalau korban mau buat laporan ke polisi, silakan,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kepala sekolah yang dimaksud, apakah yang bersangkutan menjabat sebagai kepala SD atau SMP dan berada di sekolah mana, Damaruddin tidak memberikan jawaban.
Ia justru meminta wartawan menanyakan hal tersebut langsung kepada korban.
“Nanti adik tanya ke yang mau melaporkan,” tuturnya singkat.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu telah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait persoalan tersebut.
Namun, informasi mengenai pemanggilan itu belum dijelaskan secara terbuka oleh Damaruddin, termasuk mengenai hasil pemeriksaan maupun langkah internal yang akan diambil terhadap kepala sekolah tersebut.
Sikap tersebut membuat status penanganan internal di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu belum terang.
Sementara itu, pihak kepolisian juga diharapkan memberikan kejelasan mengenai perkembangan laporan yang dibuat korban pada 8 September lalu, termasuk tahapan penanganan dan tindak lanjut atas dugaan kekerasan tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang dilaporkan maupun pihak kepolisian terkait perkembangan perkara tersebut. (ysn)


Komentar