LABUHA, NusaPena — Garnita Malahayati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), sayap Partai NasDem, mulai mempersiapkan pembentukan struktur kepengurusan baru dengan membuka ruang bagi perempuan-perempuan di daerah itu untuk terlibat langsung dalam organisasi politik.
Ketua sementara Garnita Malahayati Halsel, Fadila Mahmud, mengatakan pihaknya tengah melakukan persiapan struktur sekaligus menjaring perempuan yang dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi dalam organisasi.
Ajakan tersebut disampaikan Fadila kepada wartawan di Gedung DPRD Halsel, Rabu (23/9/2026).
“Garnita Malahayati ini salah satu sayap Partai NasDem. Jadi saat ini kami ditugaskan untuk merangkul perempuan-perempuan hebat di Halmahera Selatan agar bisa bergabung dalam strukturnya,” kata Fadila.
Menurutnya, Garnita Malahayati dapat menjadi ruang bagi perempuan yang ingin mengembangkan kapasitas sekaligus mengambil bagian dalam dunia politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Fadila menilai keterlibatan perempuan tidak semestinya hanya ditempatkan dalam ruang domestik. Perempuan, kata dia, juga memiliki kesempatan untuk membangun karier, mengembangkan potensi, serta mengambil peran dalam proses pembangunan daerah.
“Tugas perempuan itu tidak hanya soal di dapur, tetapi membangun karier dan pengabdian juga penting. Makanya melalui Garnita Malahayati ini, kami ingin merangkul perempuan kita yang punya potensi dan kemampuan di dunia politik,” ujar Wakil Ketua DPRD Halsel itu.
Politisi NasDem tersebut juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 128/PUU-XXVI/2026 yang berkaitan dengan keterwakilan perempuan dalam pemilu.
Menurutnya, perkembangan regulasi tersebut menjadi momentum bagi perempuan untuk semakin aktif mengambil bagian dalam organisasi politik, termasuk melalui Garnita Malahayati.
“Nah, dengan adanya putusan MK ini, kiranya kami di kepengurusan NasDem Halsel bisa mengajak mereka bergabung melalui wadah Garnita Malahayati,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Halsel, Fransiska Thendean, berharap keberadaan Garnita Malahayati dapat menjadi wadah untuk menghimpun sekaligus mengembangkan sumber daya manusia perempuan di Halsel.
Fransiska menyebut perempuan memiliki ruang yang sama untuk mengembangkan potensi dan mengambil bagian dalam menentukan arah masa depan daerah melalui jalur pengabdian politik.
“Kita perempuan juga berhak untuk menentukan masa depan daerah ini dengan jalan pengabdian politik. Setidaknya ini dapat menjadi langkah awal karier politik kita,” pungkasnya. (len)


Komentar