NusaPena — Di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, lapangan sepak bola dan pembangunan masjid menjadi dua ruang yang mempertemukan semangat masyarakat dalam satu tujuan, membangun kebersamaan.
Di tengah semangat itu, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, turut memberikan dukungan. Melalui bantuan pribadi bersama keluarga dan Yayasan Nasab, total Rp65 juta disalurkan untuk mendukung pembangunan Masjid Nurul Insan sekaligus pelaksanaan Open Turnamen Gawang Sedang Pemuda RT 10 Cup I.
Dukungan tersebut diserahkan dalam rangkaian pembukaan turnamen yang diikuti 24 tim. Namun, lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, kegiatan itu menjadi ruang bagi warga untuk bergotong royong mengumpulkan dukungan demi mewujudkan Masjid Nurul Insan yang layak bagi masyarakat.
Sebanyak Rp15 juta diberikan melalui Yayasan Nasab yang diserahkan oleh Direktur Yayasan Nasab, Wahyu Firmansyah, putra Nasri Abubakar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan pelaksanaan turnamen.
Sementara Rp50 juta lainnya merupakan bantuan pribadi Nasri Abubakar bersama keluarga untuk pembangunan Masjid Nurul Insan.
Kehadiran Nasri Abubakar mendapat sambutan hangat masyarakat. Ketua LPM Kelurahan Sasa sekaligus pengurus Masjid Nurul Insan, Dr. Aziz Marsaoly, menyambut baik perhatian tersebut.
Bagi masyarakat, bantuan itu bukan semata soal angka. Di baliknya ada harapan agar pembangunan masjid yang selama ini dikerjakan melalui swadaya dan gotong royong warga dapat terus berjalan hingga selesai.
Masjid Nurul Insan diharapkan kelak bukan hanya menjadi tempat warga menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, pembinaan keagamaan, pendidikan anak-anak, dan berbagai aktivitas sosial masyarakat.
Di sisi lain, lapangan tempat turnamen berlangsung menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh melalui olahraga.
Sebanyak 24 tim ambil bagian dalam Open Turnamen Gawang Sedang Pemuda RT 10 Cup I. Mereka tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga membawa semangat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan antarwarga.
Bagi pemuda, lapangan adalah tempat menyalurkan energi ke arah yang positif. Dari pertandingan demi pertandingan, mereka belajar tentang kerja sama, disiplin, menerima kekalahan, dan menghargai kemenangan.
Dua kegiatan itu akhirnya bertemu dalam satu semangat yang sama: membangun manusia dan lingkungan tempat mereka tinggal.
Nasri Abubakar mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah dan kegiatan kepemudaan sama-sama penting karena menyentuh dua sisi kehidupan masyarakat.
Masjid, kata dia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus menjadi pusat pembinaan moral dan sosial. Sementara kegiatan olahraga dapat menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.
Karena itu, ia berharap pembangunan Masjid Nurul Insan dapat segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat. Ia juga berharap turnamen pemuda dapat berlangsung aman dan menjadi awal lahirnya kegiatan olahraga yang berkelanjutan di Kelurahan Sasa.
Apresiasi pun datang dari masyarakat dan panitia. Mereka berharap dukungan tersebut menjadi pemantik bagi lebih banyak pihak untuk ikut bergotong royong menyelesaikan pembangunan masjid.
Sebab, sebuah masjid tidak selalu lahir dari satu tangan. Ia tumbuh dari kepedulian banyak orang—dari warga yang menyumbangkan tenaga, mereka yang menyisihkan rezeki, hingga anak-anak muda yang ikut menghidupkan lingkungan melalui kegiatan positif.
Begitu pula dengan turnamen. Di balik sorak penonton dan kerasnya persaingan di lapangan, ada pesan sederhana bahwa pemuda membutuhkan ruang untuk berkarya, bertemu, dan tumbuh bersama.
Dari lapangan sepak bola hingga bangunan masjid yang tengah dikerjakan, warga Sasa sedang menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar.
Terkadang, ia dimulai dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama.
Dan ketika kepedulian itu bertemu dengan semangat gotong royong, sebuah kampung bukan hanya membangun sebuah bangunan, tetapi juga sedang membangun harapan. (srm)


Komentar