LABUHA, NusaPena – Pemerintah Desa (Pemdes) Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun anggaran 2026 untuk enam bulan kepada 10 warga penerima manfaat.
Selain penyaluran BLT, Pemdes Jojame juga menyerahkan insentif kepada imam, badan sara, kader Posyandu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), guru PAUD, guru mengaji, penjaga air, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.
Kepala Desa Jojame, Subur Wajhudin, mengatakan penyaluran BLT dan insentif tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menjalankan program pemerintah pusat sekaligus memastikan bantuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kami baru saja menyalurkan BLT kepada 10 orang penerima, sekaligus insentif imam, badan sara, maupun petugas desa lainnya. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga,” kata Subur, Selasa (3/11/2026).
Usai penyaluran BLT dan insentif, Subur bersama sejumlah staf pemerintah desa melanjutkan agenda silaturahmi ke SD Negeri 199 Halmahera Selatan, SMP Muhammadiyah, dan Posyandu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat koordinasi sekaligus memastikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat berjalan secara maksimal.
Subur yang akrab disapa Ahwan itu menyebut, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah awal menjalankan kembali roda pemerintahan desa setelah dirinya kembali menjabat usai diberhentikan oleh mendiang Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, pada 2023. Ia kemudian dikembalikan ke jabatan kepala desa pada masa pemerintahan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.
“Jadi, pembagian BLT dan silaturahmi saya bersama staf di SDN 199 Halsel, SMP Muhammadiyah, dan Posyandu ini merupakan awal pemerintahan saya setelah diberhentikan kurang lebih tiga tahun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Subur juga mengajak seluruh masyarakat Desa Jojame untuk kembali memperkuat persatuan dan menjaga hubungan kekeluargaan.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik pada masa lalu tidak boleh terus menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, seluruh elemen desa harus mampu membangun kebersamaan demi kemajuan desa.
Ia berharap masyarakat bersama pemerintah desa dapat mengedepankan semangat gotong royong, menjaga keharmonisan, serta bergandengan tangan membangun Desa Jojame menjadi lebih baik.
“Saya kira ini harapan kami. Di sisa pemerintahan saya ini, kiranya persatuan dan hubungan kekeluargaan masyarakat Desa Jojame terus kuat dan kokoh. Mari bergandengan tangan untuk membangun Jojame yang lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya. (len)



Komentar