TIDORE, NusaPena – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan didorong tidak sekadar menghabiskan APBD, tetapi memastikan setiap kebijakan dan belanja daerah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Koordinasi Pemantauan, Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Maluku, Maluku Utara dan Papua Tahun 2026 yang diikuti Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama sejumlah OPD terkait, Rabu (16/9/2026).
Rakor yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Wali Kota Tidore itu dipimpin Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan.
Ahmad Laiman mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal menindaklanjuti instruksi Presiden terkait percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, salah satu strategi yang harus diperkuat pemerintah daerah adalah optimalisasi APBD. Anggaran daerah harus diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.
“Hari ini Kota Tidore bersama kabupaten/kota lainnya yang ada di Maluku, Maluku Utara dan Papua melakukan pertemuan awal untuk bagaimana membuat strategi di masing-masing daerah dalam pertumbuhan ekonomi sehingga target nasional dapat tercapai dengan baik,” kata Ahmad.
Ia meminta OPD terkait tidak berhenti pada pelaksanaan program secara administratif, tetapi terus mencari terobosan yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di Kota Tidore Kepulauan.
Artinya, penggunaan APBD harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat, baik melalui penguatan sektor ekonomi, peningkatan aktivitas usaha maupun pengendalian inflasi.
“Selanjutnya bagaimana kita dapat mempersiapkan data-data yang ada, karena kabupaten/kota di setiap provinsi akan melakukan langkah-langkah strategis yang nantinya akan disampaikan ke Kemendagri,” ujarnya.
Ahmad menegaskan, data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Dengan harapan terobosan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi ke depan lebih baik lagi,” sambungnya.
Pemkot Tidore Kepulauan selanjutnya akan mengkoordinasikan langkah strategis bersama OPD terkait agar kebijakan penganggaran daerah tidak hanya berorientasi pada serapan anggaran, tetapi juga menghasilkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. (los)


Komentar